Feb 21, 2017

Bahaya HUTANG

Ada seorang sahabat mengirimkan saya artikel pendek di bawah. Tidak diketahui siapa penulis asalnya, namun isinya amat baik. Saya kongsikan dengan pembaca (kredit kepada penulis asal, semoga Allah memberikan pahala dan rahmatNya kepada anda):

BAHAYA BERHUTANG SAMPAI MATI:

Meskipun berhutang itu boleh, hanya saja Islam menyuruh umatnya agar menghindari hutang semaksima mungkin jika ia mampu membeli dengan tunai atau tidak dalam keadaan kesempitan ekonomi. Karena menurut Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, hutang itu dapat menimbulkan pengaruh buruk dan bencana bagi pelakunya di dunia dan akhirat. Diantaranya:

1. Hutang merupakan penyebab kesedihan di malam hari, dan kehinaan di siang hari.

2. Hutang dapat membahayakan akhlaq. Maksudnya dapat menimbulkan perilaku yang buruk bagi orang yang suka (hobi) berhutang, seperti suka berdusta dan ingkar janji.

» Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam (yg artinya): “Sesungguhnya seseorang apabila berhutang, maka dia sering berkata lantas berdusta, dan berjanji lantas memungkiri.” (HR. Al-Bukhari).

3. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah menolak mensolatkan jenazah seseorang yang diketahui masih memiliki hutang dan tidak meninggalkan harta untuk melunasinya.

4. Tanggungan Hutang Yang Dibawa Mati Tidak Akan Diampuni Oleh Allah Pada Hari Kiamat.

» Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْنَ
Semua dosa orang yang mati syahid Akan diampuni (oleh Allah), kecuali hutangnya.” (HR. Muslim III/1502no.1886, dari jalan Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhu).

» Dan juga berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya Rasulullah SAW pernah berdiri di tengah-tengah para sahabat, lalu Beliau mengingatkan mereka bahawa Jihad di jalan Allah dan iman kepada-Nya adalah amalan yang paling afdhol (utama). Kemudian berdirilah seorang sahabat, lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku gugur di jalan Allah, apakah dosa-dosaku akan terhapus dariku?” Maka jawab Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kepadanya: “Ya, jika engkau gugur di jalan Allah dalam keadaan sabar mengharapkan pahala, maju pantang melarikan diri.” Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Kecuali hutang (tidak akan diampuni/dihapuskan oleh Allah, pent), karena sesungguhnya Jibril ’alaihissalam menyampaikan hal itu kepadaku.” (HR. Muslim III/1501 no: 1885, At-Tirmidzi IV/412 no:1712, dan an-Nasa’i VI: 34 no.3157. dan di-shahih-kan oleh syaikh Al-Albani dalam Irwa-ul Ghalil no: 1197).

5. Orang Yang Mati Dalam Keadaan Memiliki Hutang Akan Terhalang Dan Tertunda Dari Masuk Surga.

» Hal ini berdasarkan hadits shohih yang diriwayatkan dari Tsauban, mantan budak Rasulullah SAW, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
« مَنْ فَارَقَ الرُّوحُ الْجَسَدَ وَهُوَ بَرِىءٌ مِنْ ثَلاَثٍ دَخَلَ الْجَنَّةَ مِنَ الْكِبْرِ وَالْغُلُولِ وَالدَّيْنِ »
Barangsiapa yang rohnya berpisah dari jasadnya (baca: meninggal dunia)dalam keadaan terbebas dari tiga hal, niscaya ia akan masuk surga, yaitu:
(1) Bebas dari sombong,
(2) Bebas dari khianat, dan
(3) Bebas dari tanggungan HUTANG.” (HR. Ibnu Majah II/806 no: 2412, dan At-Tirmidzi IV/138 no: 1573. Dan di-shahih-kan oleh syaikh Al-Albani).

» Dan juga berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
« نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ »
Jiwa orang mukmin bergantung pada hutangnya hingga dilunasi.” (HR. Ibnu Majah II/806 no.2413, dan At-Tirmidzi III/389 no.1078. dan di-shahih-kan oleh syaikh Al-Albani).

6. Pahala Kebaikan Orang Yang Mati Dalam Keadaan Berhutang Akan Menjadi Tebusan Bagi Hutangnya Pada Hari Kiamat.

» Hal ini berdasarkan hadits shohih yang diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
« مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِىَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ »

Artinya: “Barangsiapa meninggal dunia dalam keadaan menanggung hutang satu Dinar atau satu Dirham, maka dibayarilah (dengan diambilkan) dari kebaikannya; karena di sana tidak ada lagi Dinar dan tidak (pula) Dirham.”. (HR. Ibnu Majah II/807 no: 2414. dan di-shahih-kan oleh syaikh Al-Albani).

Demikianlah beberapa pengaruh buruk dan bahaya berhutang yang akan menimpa pelakunya di dunia dan akhirat.

Dan bahaya berhutang akan semakin dahsyat apabila terkandung di dalamnya unsur riba (baca: bunga) meskipun hanya sedikit, 0,1 %. Atau bilamana seseorang ketika berhutang kpd orang lain, di dalam hatinya ia telah berniat tidak akan melunasi hutangnya, atau bersengaja mengulur-ulur pelunasan hutangnya yg telah jatuh tempo. Karena perbuatan semacam ini adalah bentuk kezholiman kepada orang lain yg akan membinasakan pelakunya dan menjadi kegelapan baginya pada hari Kiamat.

Semoga Allah Ta’ala melindungi kita semua dari bahaya berhutang di dunia dan akhirat. Dan semoga Allah melimpahkan kpd kita rezeki yg lapang, halal dan berkat

Feb 20, 2017

Perhimpunan Dataran Merbuk 18 Februari 2017

Berikut rakaman berita dan gambar (kredit kepada sahabat yang mengirimkannya kepada saya) berkaitan Perhimpunan Dataran Merbuk, Kuala Lumpur pada 18 Februari 2017, yang menyokong Rang Undang-undang pindaan Akta Bidangkuasa Mahkamah Syariah:








Feb 16, 2017

Jawatankuasa Pemasaran KUSMB

Pada pagi 15 Februari 2017, telah diadakan Jawatankuasa Pemasaran Koperasi USM Bhd (KUSMB). Perhatikan betapa serius dan khusuknya setiap ahli membincangkan isu semasa berkaitan KUSMB. Semoga KUSMB berjaya cemerlang.




Jan 11, 2017

Fatimah Azzahra: Ahli Keluarga Baru

Pada sekitar jam 4.38 petang 8 Januari 2016 (9 Rabiul Akhir 1438) (Ahad), telah wujud di alam dunia ini seorang lagi ahli keluarga baru saya, iaitu cucu. Namanya FATIMAH AZZAHRA (bin Mustaqem, dan ibunya Nur Afiqah), seberat 2.94kg setinggi 47 sm. Alhamdulillah. Semoga Allah memberikan yang terbaik kepadanya sebagai seorang Muslimah sejati. InsyaAllah...





Berikut, rakaman kunjungan atok (saya la tuuu) untuk bertemu Azzahra di Semenyih pada 14 Januari 2017:





Jan 5, 2017

Jual Pisang SE TANDAN

Kalau masa saya di peringkat sekolah menengah dulu dula la, orang yang menjual pisang, biasanya se sisir pisang yang dijual rupanyan seperti ini:
Namun begitu, pada hari ini, amat sukar untuk ditemui pisang yang dijual se sisir seperti di atas itu, kerana ia kini dijual seperti berikut:

 Nampak tak, seketul keratan tandan pisang yang turut dijual (yang kita tak dapat makan pun)


 Ketulan tandan pisang itu seberat hampir = dua biji pisang!!!


Apakah hukumnya dan undang-undangnya terhadap orang yang menjual pisang seperti itu?


Pasukan Petugas Khas Perkhidmatan Pembersihan Kampus USM

Suatu Jawatankuasa Petugas Khas bagi mengkaji aspek kontrak pembersihan di kampus-kampus USM telah ditubuhkan yang berkuatkuasa mulai pertengahan Ogos sehingga 31 Disember 2016. Saya adalah Pengerusi Jawatankuasa Petugas tersebut, Berikut gambar-gambar ahlinya:




Bincang Kursus Untuk SPAD Academy

Pada 22 Disember 2016, telah diadakan perbincangan di antara 2 pegawai kanan SPAD Academy dengan beberapa pensyarah HBP, USM. Tujuannya untuk merangka kursus untuk SPAD Academy tersebut dalam bentuk kolaborasi dengan USM